Jumat, 23 November 2018

TUGAS TIK

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan menjadi mendidik. Mendidik berarti memelihara atau memberi latihan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang berhubungan dengan Pendidikan.
Saat ini teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, kemajuannya luar biasa terutama dalam bidang komputer baik desainernya maupun softwernya. Hampir setiap bulan para desainer, pabrikan, ahli dalam bidang teknologi komputer terus menerus mengadakan penelitian dan pengembangan teknologi. Bangsa Indonesia yang semakin besar tidak luput dari kemajuan teknologi informasi ini, walapun pada umumnya berada pada tatanan konsumen/pemakai yang kalah jauh dari negara tetangga yang sudah masuk pada tatanan desainer teknologi dan produsen komponen-komponen informasi teknologi informasi terutama bidang komputer. Sehingga barang elektronik harganya terjangkau oleh masyarakat. Untuk menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat tersebut, diperlukan adanya sumber daya yang handal agar negara kita tidak hanya menjadi pemakai teknologi, namun bisa berkembang menjadi "pencipta:" teknologi itu sendiri. Saat ini para siswa di sekolah khususnya setingkat SMP/MTs atau yang sederajat, sudah mulai diberi sebuah mata pelajaran yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga diharapkan para siswa setidaknya sudah tidak asing dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk itu diperlukan adanya sistem pembelajaran yang baik agar para siswa bisa lebih mudah memahami pembelajaran tentang teknologi informasi dan komunikasi.

B.  Rumusan Masalah
Adapun Rumusan masalah pada makalah ini adalah:
1.    Apa Relevansi Penggunaan TIK Dalam Pembelajaran PAI ?
2.    Bagaimana Pengembangan Teknologi dan Media Pembelajaran Berdasarkan Kebutuhan Lembaga Pendidikan ?
3.    Bagaimana Peran Teknologi Informasi Pada Dunia Pendidikan ?
4.    Apa Kelebihan Dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis TIK ?
5.    Apa Kegunaan Aplikasi Microsoft word, excel, dan Power point ?

C.  Tujuan Penulisan
Adapun Tujuan Penulisan pada makalah ini adalah:
1.    Untuk Mengetahui Relevansi Penggunaan TIK Dalam Pembelajaran PAI.
2.    Untuk Mengetahui Pengembangan Teknologi dan Media Pembelajaran Berdasarkan Kebutuhan Lembaga Pendidikan.
3.    Untuk Mengetahui Peran Teknologi Informasi Pada Dunia Pendidikan.
4.    Untuk Mengetahui Kelebihan Dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis TIK.
5.    Untuk Mengetahui Kegunaan Aplikasi Microsoft word, excel, dan Power point.



BAB II
PEMBAHASAN
A.  Relevansi Penggunaan TIK Dalam Pembelajaran PAI
Pada hakikatnya penggunaan teknologi pendidikan seperti komputer dalam proses belajar mengajar oleh guru di dalam kelas mempunyai banyak keuntungan apabila dibandingkan dengan metode konvensional yang banyak menyita waktu guru, dan membuat peserta didik merasa bosan sehingga proses belajar mengajar yang dijalankan tidak menarik akan tetapi monoton karena selalu menggunakan metode yang sama setiap hari. Berikut ini terlihat dengan jelas keuntungan dari penggunaan alat teknologi dalam pendidikan. Keuntungan tidak hanya dirasakan oleh satu pihak saja dalam hal ini guru, akan tetapi juga dapat dirasakan oleh semua elemen yang terkait seperti peserta didik dan juga pihak sekolah. Maka dari  itu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Begitu pula dalam  pendidikan agama Islam, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Tajul Ariffin Noordin bahwa penggunaan teknologi canggih seperti komputer sangat penting dan dapat mempengaruhi perkembangan pendidikan agam Islam dalam lima tahap diantaranya:
1.    Penggunaan komputer dalam keiatan belajar mengajar dapat berperanan sebagai alat bantu untuk memungkinkan pendidikan agama Islam meluaskan siklus paradigma ilmunya. Ini bermaksud untuk mengubah tumpuan daripada siklus pendidikan agama Islam kepada siklus yang lebih luas yaitu pendidikan Islam. Penggunaan teknologi canggih seperti komputer dapat meluaskan lagi konsep dan siklus pendidikan agama Islam baik di negara-negara Islam atau negara-negara bukan Islam. Dalam kata lain tidaklah pendidikan agama Islam hanya kekal  dalam lingkungan sendiri tanpa perkembangan yang lebih baik bagi menuju kemajuan dunia.
2.    Penggunaan teknologi canggih dapat digunakan untuk mewujudkan kesatuan antara  pendidikan agama Islam dengan pendidikan modern dan juga dengan bidang-bidang lain seperti sains, sosial, ekonomi dan bidang-bidang profesional yang lain. Kesepaduan ini akan memberikan sebuah pemahaman kepada kita bahwa pendidikan agama Islam dapat dipraktekan secara nyata dalam semua aspek kehidupan dan kemajuan. Strategi ini dapat mengukuhkan lagi bahawa Islam adalah satu cara hidup yang sempurna.
3.    Bagaimana kita dapat menggunakan dan mengeksploitasi secara positif segala bentuk teknologi yang ada untuk menjadikan pendidikan agama Islam sebagai dasar pengajian ilmu pendidikan atau dasar ilmu-ilmu. Dengan menggunakan teknologi tinggi seperti penggunaan komputer ini kita dapat menunjukkan dengan jelas dan cepat bahwa semua ilmu buatan manusia, pasti mempunyai akar dalam pendidikan agama Islam. Faktor ini amat jelas untuk menjadikan Islam sebagai dasar ilmu-ilmu. Dalam kata lain kita dapat menggunakan teknologi untuk proses islamisasi ilmu.
4.    Kita perlu menguasai teknologi canggih. Khususnya teknologi informasi seperti penggunaan komputer, internet dan sebagainya untuk mewujudkan suatu rangkaian pendidikan agama Islam sedunia. Kemudahan teknologi dapat  digunakan untuk merangka dan membina satu paradigma dan kurikulum pendidikan agama Islam yang sama untuk negara-negara Islam. Dalam hal ini pertukaran informasi dan program-program pendidikan agama Islam sedunia dapat dilakukan secara terpadu dan segera, input-input yang disetujui bersama akan meluaskan gambaran tentang siklus, konsep, kurikulum dan pedagogi supaya benar-benar memenuhi kehendak pendidikan agama Islam. Dengan strategi ini kita dapat menangani ideologi Barat khususnya yang bertentangan dengan falsafah pendidikan Islam.
5.    Bagaimana kita dapat memanfaatkan teknologi untuk membina konsep ketauhidan ilmu-ilmu. Ini bermaksud dengan teknologi kita dapat menerangkan bahwa ilmu itu sebenarnya bersifat kesatuan. Tahap kelima ini melengkapkan usaha kita untuk membina peradaban Islam yang maju.[1]
Mengingat teknologi komputer dan teknologi komunikasi semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan masa kini, guru-guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam, perlulah menyambut tantangan ini dengan menggunakan multimedia dalam proses belajar mengajar untuk memartabatkan pendidikan agama Islam dalam era teknologi informasi. Untuk merealisasikan harapan tersebut, guru-guru pendidikan agama Islam mestilah siap lebih awal untuk menguasai kemahiran menggunakan multimedia dan komputer. Karena pengajaran pendidikan agama Islam bukan hanya melibatkan penyampaian fakta atau pengetahuan semata tetapi lebih banyak menekankan aspek amalan sebagai penghayatan kepada ilmu yang dipelajari. Maka dari itu, untuk memastikan proses belajar mengajar lebih berkesan, guru-guru pendidikan agama Islam seharusnya memanfaatkan penggunaan alat teknologi seperti komputer bagi merangsang pikiran peserta didik untuk belajar dan meningkatkan pemahaman mereka.
Oleh karena itu guru mempunyai tanggungjawab dan tugas yang menantang agar dapat mengintegrasikan penggunaan teknologi tersebut dalam proses pengajaran dan pembelajaran di dalam kelas. Dengan adanya teknologi multimedia dan komputer di sekolah guru bukan hanya merasakan perubahan dalam peranannya, tetapi ia juga belajar bagaimana caranya untuk mengajar menggunakan alat-alat teknologi baru, pendekatan-pendekatan baru dan kemahiran baru. Karena dengan penggunaan multimedia dan komputer dalam proses belajar mengajar khususnya KBM Pendidikan agama Islam, dapat menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, yaitu adanya hubungan timbal balik antara guru dan peserta didik dan juga antara sesama peserta didik. Proses pembelajaran interaktif yang dijalankan hendaknya dapat mendorong semangat peserta didik untuk belajar dan munculnya inspirasi pada peserta didik untuk memunculkan ide baru, mengembangkan inisiatif dan kreativitas.

B.  Pengembangan Teknologi dan Media Pembelajaran Berdasarkan Kebutuhan Lembaga Pendidikan.
Komunikasi sebagai media pendidikan  dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.
Keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum 2004 dan sekarang Kurikulum Tingkat Satuan  Pendidikan (KTSP) mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa, dan kualitas administrasi sekolah.
Adapun pemanfaatan Teknologi Informasi dan media pembelajaran yang dibutuhkan dalam Lembaga Pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam tiga fungsi, yaitu: (1) media pembelajaran mandiri/klasikal. (2). Alat bantu (alat belajar) dalam proses pembelajaran. (3), Sumber belajar/sumber data.[2]
Aplikasi dan potensi teknologi informasi komunikasi (TIK) dan media pembelajaran  telah membawa pergeseran pandangan tentang pembelajaran dan peran guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Penerapan teknologi dalam pembelajaran memungkinkan kegiatan belajar mengajar lebih interaktif, simulatif dan lebih menarik. Oleh karena itu guru di era globalisasi informasi ini dituntut untuk mampu menguasai dan mengalipkasikan teknologi dalam pembelajaran.  Mengajak peserta didik untuk mampu memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mampu meciptakan informasi dengan membangun connecting and sharing.
Bagaimanapun banyaknya dampak positif dalam penerapan teknologi dalam pembelajaran di sekolah, kita mempunyai tanggungjawab bersama dalam meminimalisasi dampak negatif yang muncul baik secara individual, maupun sosial. Jangan biarkan anak-anak kita terlalu asyik dengan facebooknya dan games-games online lainnya. Anak harus diajarkan untuk mampu membaca dan menulis serta menciptakan informasi di dunia maya.
Peluang diterapkannya pembelajaran di Lembaga Pendidikan dengan menggunakan teknologi informasi, dan media pembelajaran antara lain: Pertama, mayoritas sekolah di Indonesia telah memiliki perangkat komputer. Kedua, dengan dengan perangkat komputer pesan-pesan/materi Pelajaran PAI dapat dipelajari, dipahami, didiskusikan oleh guru, kelompok guru dan siswa secara mandiri dalam waktu dan tempat yang tidak terbatas. dan, bahan ajar yang telah dikemas pada software tertentu akan mudah didistribusikan keseluruh peserta belajar.
Menurut Rusman DKK, ada beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam memilih media.
1.    Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum megacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip atau generalisasi. Media yang berbeda misalnya, film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda, dan oleh karena itu memerlukan proses dan keterampilan mental yang berbeda untuk memahaminya.
2.    Praktis, luwes, dan bertahan Jika tidak tersedia dana, waktu, atau sumber daya lain untuk memproduksi tidak perlu dipaksakan. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia disekitarnya serta mudah untuk dipindah dan dibawa.
3.    Guru terampil untuk menggunakannya Ini merupakan salah satu kriteria utama, apapun jenisnya guru dituntut untuk mampu menggunaknnya dengan baik dalam proses belajar mengajar.
4.    Pengelompokan sasaran Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil dan perorangan.
5.    Mutu teknis Mengembangkan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.[3]

C.  Peran Teknologi Informasi Pada Dunia Pendidikan.
Pengembangan Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukan TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi. Bahkan abad ke-21 diyakini akan menjadi abad baru yang disebut era informasi-ekonomi (digital-economic) dengan ciri khas perdagangan yang memanfaatkan peralatan elektronik (electronic commerce). Keadaan ini mengakibatkan adanya pergeseran paradigma strategis pembangunan masyarakat dunia dari era industri menuju informasi.
Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu peranan Teknlogi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan (e-education) tidak dapat dihindarkan lagi. Misalnya tidak mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir mengikuti pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku tahunan saja, demikian juga hasil nilai siswa yang diperoleh selama mengkuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai guru, leger sekolah atau buku induk sekolah , begitu pula pekerjaan sederhana apapun pekerjaan akan menjadi lebih efisien jika menggunakan computer. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut e-education.
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia pada masa yang mendatang hubungannya dengan perkembangan TIK sebagai berikut :
1.    Berkembangnya pendidikan terbuka dengan cara belajar jarak jauh (distance learning). Untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi internet secara maksimal dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
2.    Terjadinya sharing resource (berbagi sumber daya) antara lembaga pendidikan dan pelatihan.
3.    Perpustakaan dan instrument pendidikan lainnya misalnya guru dan laboratorium berfungsi sebagai fasilitator bukannya sumber informasi.
4.    Penggunaan perangkat informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia yang secara bertahap akan menggantikan fungsi papan tulis.[4]
Manfaat internet bagi bidang pendidikan di Indonesia antara lain akan mendapatkan akses keperpustakaan, direktori sekolah, para pakar dapat melalukan perkuliahan secara online, penyediaan sarana informasi akademik lembaga pendidikan secara online dapat melaksankan kerjasama dengan lembaga lain melalui internet serta melakukan marketing dan promosi hasil karya penelitian secara lebih efisien. Disamping itu kita dapat merancang program artificial intelegence untuk membuat sebuah model rencana pengajaran.
Perkembangan TIK di bidang pendidikan memungkinkan adanya sistem belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungan antara mahasiswa dengan dosennya. Melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.
Ternyata banyak sekali manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya dalam bidang pendidikan. Dengan pendidikan dimungkinkan terjadinya penyebarluasan Teknologi Informasi dan transformasi ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor pendidikan. Para siswa yang duduk di bangku sekolah dan mahasiswa juga terbantu dengan adanya internet dalam mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah. Para mahasiswa dapat mencari bahan skripsi di internet atau para siswa mencari bahan tugas makalahnya di internet. Dengan adanya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah, para siswa dapat belajar dan memanfaatkan TIK dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan baik.
Harus kita sadari, TIK khususnya internet hanyalah merupakan alat bantu saja dan bukan menjadi solusi dalam dunia pendidikan, formal maupun nonformal. Bagaimanapun pendidikan yang bermutu didapat dari para pendidik yang bermutu ditambah dukungan pemerintah dengan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa didik yang diimplementasikan dengan benar dan kreatif.
Adapun beberapa tahapan dalam terselenggaranya TIK dengan baik di sekolah diantaranya:
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan baik di sekolah atau perguruan tinggi menjadi hal mutlak mengingat kondisi permasalahan pendidikan yang makin kompleks. Pendidikan berbasis TIK hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditangani dengan terencana, sistematis dan terintegrasi.
Perencanaan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan yang integratif meliputi kebijakan, standarisasi mutu, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur SDM pendidikan menjadi penting untuk ditata dan dikelola dengan efektif dan efisien.
Penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK melalui  pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-Learning), membutuhkan dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah, swasta serta masyarakat untuk mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.
Standarisasi mutu penyelenggaran pendidikan berbasis TIK perlu ditindaklanjuti dengan standarisasi konten untuk menjamin kualitas, aksesibilitas dan akuntabilitas program pendidikan berbasis TIK
   
D.  Kelebihan Dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis TIK.
Teknologi Informasi adalah suatu cara bagi pengguna media untuk mengkomunikasikan hal yang ingin mereka sampaikan kepada orang lain. Penggunaan Informasi dapat berdampak buruk dan baik. Dampak baiknya kita memperoleh banyak informasi dari teknologi yang canggih yang banyak bermunculan belakangan ini. Dampak buruknya mungkin ada orang lain yang salah mengartikan arti teknologi.
Kelebihan dan kelemahan pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi antara lain:
1.    Kelebihan :
a.     Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pengajar dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
b.    Pengajar dan siswa dapat menggunakan bahan ajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet.
c.     Siswa dapat belajar (me-review) bahan ajar setiap saat dan dimana saja apabila diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
d.    Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet.
e.     Baik pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak.
f.     Berubahnya peran siswa dari yang pasif menjadi aktif.
g.    Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari Perguruan Tinggi atau sekolah konvensional dapat mengaksesnya.
2.    Kelemahan :
a.     Kurangnya interaksi antara pengajar dan siswa atau bahkan antara siswa itu sendiri, bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar mengajar.
b.    Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong aspek bisnis atau komersial.
c.     Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
d.    Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut untuk menguasai teknik pembelajaran dengan menggunakan ICT (Information Communication Technology).
e.     Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
f.     Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, dan komputer).
g.    Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan soal-soal.
h.    Kurangnya penguasaan bahasa komputer.[5]

E.  Kegunaan Aplikasi Microsoft word, excel, dan Power point.
Seorang guru yang menguasai teknologi informasi adalah guru yang dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil belajar, analisis hasil belajar maupun kegiatan remedial dan enrichment telah memanfaatkan komputer secara optimal.
Perencanaan pembelajaran yang dirancang guru mulai dari progam tahunan sampai rencana persiapan pembelajaran dibuat dan disimpan secara digital dalam bentuk file-file dalam program aplikasi seperti:
1.    Microsoft Word
microsoft word. Manfaat yang diperoleh guru dari pemanfaatan aplikasi wicrosoft word dalam pembuatan perencanaan pembelajaran sangat banyak, diantaranya:
a.    Guru dapat memiliki back-up data yang lengkap dan setiap saat dokumen perencanaan pembelajaran dapat direvisi dan di-up-date sesuai kebutuhan.
b.    Guru dapat mem-print-out dokumen tersebut untuk kepentingan pembelajaran dan supervisi dan dapat dengan seketika melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap dokumen tersebut. Hal ini sangat membantu guru dalam efisiensi waktu, tenaga dan pikiran.
2.    Microsoft Excel
Ketika komputer belum merambah ke sekolah-sekolah, kegiatan penilaian dan analisis hasil belajar dilakukan secara manual dan paper oriented. Kegiatan penilaian dan analisis hasil belajar terasa begitu rumit dan menjemukan. Untuk menganalisis siswa satu kelas saja yang berjumlah 40 siswa, tidak dapat selesai dalam satu hari dengan menggunakan kalkulator.
Namun dengan memanfaatkan aplikasi microsoft excel guru dapat mengolah nilai siswa dan menganalisis tingkat kesukaran soal sekaligus dalam waktu singkat, sehingga diperoleh data berapa siswa yang perlu pengayaan dan berapa siswa yang perlu remedial serta soal mana saja yang termasuk kategori mudah, sedang maupun sukar dan soal mana saja yang ditolak, perlu direvisi maupun diterima untuk dikoleksi dan disimpan di bank soal.
3.    Microsoft Powerpoint
Microsoft Powerpoint merupakan aplikasi yang disiapkan oleh Microsoft Corporation untuk melakukan presentasi di depan publik yang terbatas. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur dan menu yang lengkap sehingga sebuah presentasi dapat dibuat semenarik dan seatraktif mungkin. Dalam prakteknya di kelas, pemanfaatan aplikasi powerpoint membutuhkan dukungan perangkat keras (hardware) yaitu satu unit komputer portable yaitu laptop dan in-focus yang berfungsi sebagai wide-screen Dengan tersedianya aplikasi ini di pasaran, guru dapat memanfaatkan aplikasi powerpoint untuk kepentingan presentasi di kelas.
Pemanfaatan aplikasi powerpoint sebagai technology based education dan multimedia learning secara bertahap sejatinya mulai diterapkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Powerpoint sebagai software presentasi ternyata sangat membantu guru dalam memancing minat dan motivasi siswa untuk belajar. Di samping itu, suasana kelas menjadi aktif dan siswa merasa senang dengan presentasi yang ditampilkan guru. Dengan powerpoint guru menjadi leluasa untuk berimprovisasi merencanakan pembelajaran yang atraktif karena fasilitas yang ada pada aplikasi powerpoint sangat lengkap untuk membuat presentasi yang tidak membosankan. Di samping itu, guru memiliki banyak pilihan menampilkan kegiatan pembelajaran sekreatif mungkin untuk kepentingan belajar siswa.



BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan.






[1] Rais, M. Amin, Al-Islam dan iptek, (Jakarata: Tim Perumus Fakultas Tehnik UMJ, 1998). hal. 71
[2]  Hamzah, B. Uno, Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, (Jakarta: Bumi aksara, 2010). Hal. 27
[3] Rusman, dkk, Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2013). Hal. 97
[4] Diat, Prasojo, Lantif, Teknologi informasi Pendidikan, (Yogyakarta: Gava Media, 2011). Hal, 45
[5] Munir. Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan. (Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia. 2008), hal 56

2 komentar: