Afifulloh
Selasa, 25 Mei 2021
ZUHRI INDONESIA: SOAL PERSIAPAN PRE-TES PKB 2017 DAN PEMBAHASAN KOM...
ZUHRI INDONESIA: SOAL PERSIAPAN PRE-TES PKB 2017 DAN PEMBAHASAN KOM...: INFO DAN BAHAN/MATERI PRE-TEST PKB 2017 1. Apa itu Pre-Test PKB tahun 2017? Pre-Tes PKB tahun 2017 adalah tes seb...
Jumat, 23 November 2018
TUGAS TIK
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang bersifat umum bagi
setiap manusia dimuka bumi ini. Pendidikan tidak terlepas dari segala kegiatan
manusia. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat menolak efek dari penerapan
pendidikan. Pendidikan diambil dari kata dasar didik, yang ditambah imbuhan
menjadi mendidik. Mendidik berarti memelihara atau memberi latihan mengenai
akhlak dan kecerdasan pikiran. Dari pengertian ini didapat beberapa hal yang
berhubungan dengan Pendidikan.
Saat ini teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi bagian
dari gaya hidup masyarakat Indonesia, kemajuannya luar biasa terutama dalam
bidang komputer baik desainernya maupun softwernya. Hampir setiap bulan para
desainer, pabrikan, ahli dalam bidang teknologi komputer terus menerus
mengadakan penelitian dan pengembangan teknologi. Bangsa Indonesia yang semakin
besar tidak luput dari kemajuan teknologi informasi ini, walapun pada umumnya
berada pada tatanan konsumen/pemakai yang kalah jauh dari negara tetangga yang
sudah masuk pada tatanan desainer teknologi dan produsen komponen-komponen
informasi teknologi informasi terutama bidang komputer. Sehingga barang
elektronik harganya terjangkau oleh masyarakat. Untuk menyikapi perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat tersebut, diperlukan
adanya sumber daya yang handal agar negara kita tidak hanya menjadi pemakai
teknologi, namun bisa berkembang menjadi "pencipta:" teknologi itu
sendiri. Saat ini para siswa di sekolah khususnya setingkat SMP/MTs atau yang
sederajat, sudah mulai diberi sebuah mata pelajaran yang berhubungan dengan
teknologi informasi dan komunikasi, sehingga diharapkan para siswa setidaknya
sudah tidak asing dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk
itu diperlukan adanya sistem pembelajaran yang baik agar para siswa bisa lebih
mudah memahami pembelajaran tentang teknologi informasi dan komunikasi.
B. Rumusan Masalah
Adapun
Rumusan masalah pada makalah ini adalah:
1.
Apa Relevansi Penggunaan TIK
Dalam Pembelajaran PAI ?
2.
Bagaimana Pengembangan
Teknologi dan Media Pembelajaran Berdasarkan Kebutuhan Lembaga Pendidikan ?
3.
Bagaimana Peran Teknologi Informasi Pada Dunia Pendidikan ?
4.
Apa Kelebihan Dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis TIK ?
5.
Apa Kegunaan Aplikasi Microsoft word, excel, dan Power point ?
C. Tujuan Penulisan
Adapun
Tujuan Penulisan pada makalah ini adalah:
1.
Untuk Mengetahui Relevansi
Penggunaan TIK Dalam Pembelajaran PAI.
2.
Untuk Mengetahui Pengembangan Teknologi dan Media Pembelajaran Berdasarkan
Kebutuhan Lembaga Pendidikan.
3.
Untuk Mengetahui Peran Teknologi
Informasi Pada Dunia Pendidikan.
4.
Untuk Mengetahui Kelebihan Dan
Kelemahan Pembelajaran Berbasis TIK.
5.
Untuk Mengetahui Kegunaan
Aplikasi Microsoft word, excel, dan Power point.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Relevansi
Penggunaan TIK Dalam Pembelajaran PAI
Pada
hakikatnya penggunaan teknologi pendidikan seperti komputer dalam proses
belajar mengajar oleh guru di dalam kelas mempunyai banyak keuntungan apabila
dibandingkan dengan metode konvensional yang banyak menyita waktu guru, dan
membuat peserta didik merasa bosan sehingga proses belajar mengajar yang
dijalankan tidak menarik akan tetapi monoton karena selalu menggunakan metode
yang sama setiap hari. Berikut ini terlihat dengan jelas keuntungan dari
penggunaan alat teknologi dalam pendidikan. Keuntungan tidak hanya dirasakan
oleh satu pihak saja dalam hal ini guru, akan tetapi juga dapat dirasakan oleh
semua elemen yang terkait seperti peserta didik dan juga pihak sekolah. Maka
dari itu perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap
dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Begitu pula dalam pendidikan
agama Islam, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Tajul Ariffin Noordin bahwa
penggunaan teknologi canggih seperti komputer sangat penting dan dapat
mempengaruhi perkembangan pendidikan agam Islam dalam lima tahap diantaranya:
1.
Penggunaan komputer
dalam keiatan belajar mengajar dapat berperanan sebagai alat bantu untuk
memungkinkan pendidikan agama Islam meluaskan siklus paradigma ilmunya. Ini
bermaksud untuk mengubah tumpuan daripada siklus pendidikan agama Islam kepada
siklus yang lebih luas yaitu pendidikan Islam. Penggunaan teknologi canggih
seperti komputer dapat meluaskan lagi konsep dan siklus pendidikan agama Islam
baik di negara-negara Islam atau negara-negara bukan Islam. Dalam kata lain
tidaklah pendidikan agama Islam hanya kekal dalam lingkungan sendiri
tanpa perkembangan yang lebih baik bagi menuju kemajuan dunia.
2.
Penggunaan teknologi
canggih dapat digunakan untuk mewujudkan kesatuan antara pendidikan agama
Islam dengan pendidikan modern dan juga dengan bidang-bidang lain seperti
sains, sosial, ekonomi dan bidang-bidang profesional yang lain. Kesepaduan ini
akan memberikan sebuah pemahaman kepada kita bahwa pendidikan agama Islam dapat
dipraktekan secara nyata dalam semua aspek kehidupan dan kemajuan. Strategi ini
dapat mengukuhkan lagi bahawa Islam adalah satu cara hidup yang sempurna.
3.
Bagaimana kita dapat
menggunakan dan mengeksploitasi secara positif segala bentuk teknologi yang ada
untuk menjadikan pendidikan agama Islam sebagai dasar pengajian ilmu pendidikan
atau dasar ilmu-ilmu. Dengan menggunakan teknologi tinggi seperti penggunaan
komputer ini kita dapat menunjukkan dengan jelas dan cepat bahwa semua ilmu
buatan manusia, pasti mempunyai akar dalam pendidikan agama Islam. Faktor ini
amat jelas untuk menjadikan Islam sebagai dasar ilmu-ilmu. Dalam kata lain kita
dapat menggunakan teknologi untuk proses islamisasi ilmu.
4.
Kita perlu menguasai
teknologi canggih. Khususnya teknologi informasi seperti penggunaan komputer,
internet dan sebagainya untuk mewujudkan suatu rangkaian pendidikan agama Islam
sedunia. Kemudahan teknologi dapat digunakan untuk merangka dan membina
satu paradigma dan kurikulum pendidikan agama Islam yang sama untuk
negara-negara Islam. Dalam hal ini pertukaran informasi dan program-program
pendidikan agama Islam sedunia dapat dilakukan secara terpadu dan segera,
input-input yang disetujui bersama akan meluaskan gambaran tentang siklus,
konsep, kurikulum dan pedagogi supaya benar-benar memenuhi kehendak pendidikan
agama Islam. Dengan strategi ini kita dapat menangani ideologi Barat khususnya
yang bertentangan dengan falsafah pendidikan Islam.
5.
Bagaimana kita dapat
memanfaatkan teknologi untuk membina konsep ketauhidan ilmu-ilmu. Ini bermaksud
dengan teknologi kita dapat menerangkan bahwa ilmu itu sebenarnya bersifat
kesatuan. Tahap kelima ini melengkapkan usaha kita untuk membina peradaban
Islam yang maju.[1]
Mengingat
teknologi komputer dan teknologi komunikasi semakin mendapat perhatian dalam
dunia pendidikan masa kini, guru-guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan
agama Islam, perlulah menyambut tantangan ini dengan menggunakan multimedia
dalam proses belajar mengajar untuk memartabatkan pendidikan agama Islam dalam
era teknologi informasi. Untuk merealisasikan harapan tersebut, guru-guru
pendidikan agama Islam mestilah siap lebih awal untuk menguasai kemahiran
menggunakan multimedia dan komputer. Karena pengajaran pendidikan agama Islam
bukan hanya melibatkan penyampaian fakta atau pengetahuan semata tetapi lebih
banyak menekankan aspek amalan sebagai penghayatan kepada ilmu yang dipelajari.
Maka dari itu, untuk memastikan proses belajar mengajar lebih berkesan,
guru-guru pendidikan agama Islam seharusnya memanfaatkan penggunaan alat
teknologi seperti komputer bagi merangsang pikiran peserta didik untuk belajar
dan meningkatkan pemahaman mereka.
Oleh karena
itu guru mempunyai tanggungjawab dan tugas yang menantang agar dapat
mengintegrasikan penggunaan teknologi tersebut dalam proses pengajaran dan
pembelajaran di dalam kelas. Dengan adanya teknologi multimedia dan komputer di
sekolah guru bukan hanya merasakan perubahan dalam peranannya, tetapi ia juga
belajar bagaimana caranya untuk mengajar menggunakan alat-alat teknologi baru,
pendekatan-pendekatan baru dan kemahiran baru. Karena dengan penggunaan
multimedia dan komputer dalam proses belajar mengajar khususnya KBM Pendidikan
agama Islam, dapat menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, yaitu
adanya hubungan timbal balik antara guru dan peserta didik dan juga antara
sesama peserta didik. Proses pembelajaran interaktif yang dijalankan hendaknya
dapat mendorong semangat peserta didik untuk belajar dan munculnya inspirasi
pada peserta didik untuk memunculkan ide baru, mengembangkan inisiatif dan
kreativitas.
B. Pengembangan
Teknologi dan Media Pembelajaran Berdasarkan Kebutuhan Lembaga Pendidikan.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan
menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail,
dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan
tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru
dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian
pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai
sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau
internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber
teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan
menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning
yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan
informasi khususnya internet.
Keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi oleh pemerintah
dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan
dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum 2004 dan sekarang Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan
tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini akan
meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa, dan
kualitas administrasi sekolah.
Adapun pemanfaatan Teknologi Informasi dan media pembelajaran
yang dibutuhkan dalam Lembaga Pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam tiga
fungsi, yaitu: (1) media pembelajaran mandiri/klasikal. (2). Alat bantu (alat
belajar) dalam proses pembelajaran. (3), Sumber belajar/sumber data.[2]
Aplikasi dan potensi teknologi informasi komunikasi (TIK) dan
media pembelajaran telah membawa
pergeseran pandangan tentang pembelajaran dan peran guru dalam proses pembelajaran
di sekolah. Penerapan teknologi dalam pembelajaran memungkinkan kegiatan
belajar mengajar lebih interaktif, simulatif dan lebih menarik. Oleh karena itu
guru di era globalisasi informasi ini dituntut untuk mampu menguasai dan
mengalipkasikan teknologi dalam pembelajaran. Mengajak peserta didik
untuk mampu memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mampu meciptakan
informasi dengan membangun connecting and sharing.
Bagaimanapun banyaknya dampak positif dalam penerapan teknologi
dalam pembelajaran di sekolah, kita mempunyai tanggungjawab bersama dalam
meminimalisasi dampak negatif yang muncul baik secara individual, maupun
sosial. Jangan biarkan anak-anak kita terlalu asyik dengan facebooknya dan
games-games online lainnya. Anak harus diajarkan untuk mampu membaca dan
menulis serta menciptakan informasi di dunia maya.
Peluang diterapkannya pembelajaran di Lembaga Pendidikan dengan
menggunakan teknologi informasi, dan media pembelajaran antara lain: Pertama,
mayoritas sekolah di Indonesia telah memiliki perangkat komputer. Kedua, dengan
dengan perangkat komputer pesan-pesan/materi Pelajaran PAI dapat dipelajari,
dipahami, didiskusikan oleh guru, kelompok guru dan siswa secara mandiri dalam
waktu dan tempat yang tidak terbatas. dan, bahan ajar yang telah dikemas pada
software tertentu akan mudah didistribusikan keseluruh peserta belajar.
Menurut Rusman DKK, ada beberapa kriteria yang patut
diperhatikan dalam memilih media.
1. Sesuai dengan tujuan
yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah
ditetapkan yang secara umum megacu kepada salah satu atau gabungan dari dua
atau tiga ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Tepat untuk mendukung isi
pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip atau generalisasi. Media yang
berbeda misalnya, film dan grafik memerlukan simbol dan kode yang berbeda, dan
oleh karena itu memerlukan proses dan keterampilan mental yang berbeda untuk
memahaminya.
2. Praktis, luwes, dan
bertahan Jika tidak tersedia dana, waktu, atau sumber daya lain untuk
memproduksi tidak perlu dipaksakan. Media yang dipilih sebaiknya dapat
digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang tersedia disekitarnya
serta mudah untuk dipindah dan dibawa.
3. Guru terampil untuk
menggunakannya Ini merupakan salah satu kriteria utama, apapun jenisnya guru
dituntut untuk mampu menggunaknnya dengan baik dalam proses belajar mengajar.
4. Pengelompokan sasaran
Media yang efektif untuk kelompok besar belum tentu sama efektifnya jika
digunakan pada kelompok kecil atau perorangan. Ada media yang tepat untuk jenis
kelompok besar, kelompok sedang, kelompok kecil dan perorangan.
5. Mutu teknis
Mengembangkan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan
teknis tertentu.[3]
C. Peran Teknologi Informasi Pada Dunia Pendidikan.
Pengembangan Tekonologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kenyataan menunjukan TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban
dunia terutama ekonomi. Bahkan abad ke-21 diyakini akan menjadi abad baru
yang disebut era informasi-ekonomi (digital-economic) dengan ciri khas
perdagangan yang memanfaatkan peralatan elektronik (electronic
commerce). Keadaan ini mengakibatkan adanya pergeseran paradigma strategis
pembangunan masyarakat dunia dari era industri menuju informasi.
Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu
peranan Teknlogi Informasi dan Komunikasi di bidang
pendidikan (e-education) tidak dapat dihindarkan lagi. Misalnya tidak
mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir mengikuti pelajaran dari tahun ke
tahun hanya dengan catatan di buku tahunan saja, demikian juga hasil nilai
siswa yang diperoleh selama mengkuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai
guru, leger sekolah atau buku induk sekolah , begitu pula pekerjaan sederhana
apapun pekerjaan akan menjadi lebih efisien jika menggunakan
computer. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa
disebut e-education.
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia pada
masa yang mendatang hubungannya dengan perkembangan TIK sebagai berikut :
1. Berkembangnya
pendidikan terbuka dengan cara belajar jarak jauh (distance learning).
Untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan
sebagai strategi utama pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi
internet secara maksimal dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat
bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
2. Terjadinya sharing
resource (berbagi sumber daya) antara lembaga pendidikan dan pelatihan.
3. Perpustakaan
dan instrument pendidikan lainnya misalnya guru dan laboratorium berfungsi
sebagai fasilitator bukannya sumber informasi.
4. Penggunaan
perangkat informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia yang secara bertahap
akan menggantikan fungsi papan tulis.[4]
Manfaat internet bagi bidang pendidikan di Indonesia
antara lain akan mendapatkan akses keperpustakaan, direktori sekolah, para
pakar dapat melalukan perkuliahan secara online, penyediaan sarana informasi
akademik lembaga pendidikan secara online dapat melaksankan kerjasama dengan
lembaga lain melalui internet serta melakukan marketing dan promosi hasil karya
penelitian secara lebih efisien. Disamping itu kita dapat merancang
program artificial intelegence untuk membuat sebuah model rencana
pengajaran.
Perkembangan TIK di bidang pendidikan memungkinkan
adanya sistem belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk
menghubungan antara mahasiswa dengan dosennya. Melihat nilai mahasiswa secara
online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah mengirimkan berkas tugas yang
diberikan dosen. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurunkan
angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.
Ternyata banyak sekali manfaat Teknologi
Informasi dan Komunikasi dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya dalam
bidang pendidikan. Dengan pendidikan dimungkinkan terjadinya penyebarluasan
Teknologi Informasi dan transformasi ilmu pengetahuan untuk sektor-sektor
pendidikan. Para siswa yang duduk di bangku sekolah dan mahasiswa juga terbantu
dengan adanya internet dalam mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah. Para
mahasiswa dapat mencari bahan skripsi di internet atau para siswa mencari bahan
tugas makalahnya di internet. Dengan adanya pelajaran Teknologi Informasi dan
Komunikasi di sekolah, para siswa dapat belajar dan memanfaatkan TIK dalam
kehidupan mereka sehari-hari dengan baik.
Harus kita sadari, TIK khususnya internet hanyalah
merupakan alat bantu saja dan bukan menjadi solusi dalam dunia pendidikan,
formal maupun nonformal. Bagaimanapun pendidikan yang bermutu didapat dari para
pendidik yang bermutu ditambah dukungan pemerintah dengan kurikulum yang sesuai
dengan kebutuhan siswa didik yang diimplementasikan dengan benar dan kreatif.
Adapun beberapa tahapan dalam terselenggaranya TIK
dengan baik di sekolah diantaranya:
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
dalam pendidikan baik di sekolah atau perguruan tinggi menjadi hal mutlak
mengingat kondisi permasalahan pendidikan yang makin kompleks. Pendidikan
berbasis TIK hanya akan berhasil apabila dikelola dan ditangani dengan
terencana, sistematis dan terintegrasi.
Perencanaan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan
yang integratif meliputi kebijakan, standarisasi mutu, infrastruktur jaringan
dan konten, kesiapan dan kultur SDM pendidikan menjadi penting untuk ditata dan
dikelola dengan efektif dan efisien.
Penyelenggaraan pendidikan berbasis TIK
melalui pendidikan terbuka dan jarak jauh (e-Learning), membutuhkan
dukungan dari semua pihak khususnya pemerintah, swasta serta masyarakat untuk
mengalokasikan anggaran dan investasi pendidikan yang memadai.
Standarisasi mutu penyelenggaran pendidikan berbasis
TIK perlu ditindaklanjuti dengan standarisasi konten untuk menjamin kualitas,
aksesibilitas dan akuntabilitas program pendidikan berbasis TIK
D.
Kelebihan Dan
Kelemahan Pembelajaran Berbasis TIK.
Teknologi Informasi adalah suatu cara bagi pengguna
media untuk mengkomunikasikan hal yang ingin mereka sampaikan kepada orang
lain. Penggunaan Informasi dapat berdampak buruk dan baik. Dampak baiknya kita
memperoleh banyak informasi dari teknologi yang canggih yang banyak bermunculan
belakangan ini. Dampak buruknya mungkin ada orang lain yang salah mengartikan
arti teknologi.
Kelebihan
dan kelemahan pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi
antara lain:
1. Kelebihan :
a. Tersedianya fasilitas e-moderating dimana pengajar dan siswa dapat
berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara reguler atau kapan
saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat,
dan waktu.
b. Pengajar dan siswa dapat menggunakan bahan ajar yang terstruktur
dan terjadwal melalui internet.
c. Siswa dapat belajar (me-review) bahan ajar setiap saat dan dimana
saja apabila diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
d. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan
bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet.
e. Baik pengajar maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui
internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak.
f. Berubahnya peran siswa dari yang pasif menjadi aktif.
g. Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari
Perguruan Tinggi atau sekolah konvensional dapat mengaksesnya.
2.
Kelemahan :
a. Kurangnya interaksi antara pengajar dan siswa atau bahkan antara
siswa itu sendiri, bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar
mengajar.
b. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan
sebaliknya mendorong aspek bisnis atau komersial.
c. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan dari
pada pendidikan.
d. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik
pembelajaran konvensional, kini dituntut untuk menguasai teknik pembelajaran
dengan menggunakan ICT (Information Communication Technology).
e. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung
gagal.
f. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (berkaitan dengan
masalah tersedianya listrik, telepon, dan komputer).
g. Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan
soal-soal.
h. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.[5]
E. Kegunaan Aplikasi Microsoft word, excel, dan Power point.
Seorang
guru yang menguasai teknologi informasi adalah guru yang dalam melaksanakan
tugasnya sebagai guru mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran,
penilaian hasil belajar, analisis hasil belajar maupun kegiatan remedial dan
enrichment telah memanfaatkan komputer secara optimal.
Perencanaan
pembelajaran yang dirancang guru mulai dari progam tahunan sampai rencana
persiapan pembelajaran dibuat dan disimpan secara digital dalam bentuk
file-file dalam program aplikasi seperti:
1.
Microsoft Word
microsoft
word. Manfaat yang diperoleh guru dari pemanfaatan aplikasi wicrosoft word
dalam pembuatan perencanaan pembelajaran sangat banyak, diantaranya:
a.
Guru dapat memiliki
back-up data yang lengkap dan setiap saat dokumen perencanaan pembelajaran
dapat direvisi dan di-up-date sesuai kebutuhan.
b.
Guru dapat
mem-print-out dokumen tersebut untuk kepentingan pembelajaran dan supervisi dan
dapat dengan seketika melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap dokumen
tersebut. Hal ini sangat membantu guru dalam efisiensi waktu, tenaga dan
pikiran.
2.
Microsoft Excel
Ketika
komputer belum merambah ke sekolah-sekolah, kegiatan penilaian dan analisis
hasil belajar dilakukan secara manual dan paper oriented. Kegiatan penilaian
dan analisis hasil belajar terasa begitu rumit dan menjemukan. Untuk
menganalisis siswa satu kelas saja yang berjumlah 40 siswa, tidak dapat selesai
dalam satu hari dengan menggunakan kalkulator.
Namun
dengan memanfaatkan aplikasi microsoft excel guru dapat mengolah nilai siswa
dan menganalisis tingkat kesukaran soal sekaligus dalam waktu singkat, sehingga
diperoleh data berapa siswa yang perlu pengayaan dan berapa siswa yang perlu
remedial serta soal mana saja yang termasuk kategori mudah, sedang maupun sukar
dan soal mana saja yang ditolak, perlu direvisi maupun diterima untuk dikoleksi
dan disimpan di bank soal.
3.
Microsoft Powerpoint
Microsoft
Powerpoint merupakan aplikasi yang disiapkan oleh Microsoft Corporation untuk
melakukan presentasi di depan publik yang terbatas. Aplikasi ini dilengkapi
dengan fitur-fitur dan menu yang lengkap sehingga sebuah presentasi dapat
dibuat semenarik dan seatraktif mungkin. Dalam prakteknya di kelas, pemanfaatan
aplikasi powerpoint membutuhkan dukungan perangkat keras (hardware) yaitu satu
unit komputer portable yaitu laptop dan in-focus yang berfungsi sebagai
wide-screen Dengan tersedianya aplikasi ini di pasaran, guru dapat memanfaatkan
aplikasi powerpoint untuk kepentingan presentasi di kelas.
Pemanfaatan
aplikasi powerpoint sebagai technology based education dan multimedia learning
secara bertahap sejatinya mulai diterapkan oleh guru dalam kegiatan
pembelajaran di kelas. Powerpoint sebagai software presentasi ternyata sangat
membantu guru dalam memancing minat dan motivasi siswa untuk belajar. Di
samping itu, suasana kelas menjadi aktif dan siswa merasa senang dengan
presentasi yang ditampilkan guru. Dengan powerpoint guru menjadi leluasa untuk
berimprovisasi merencanakan pembelajaran yang atraktif karena fasilitas yang
ada pada aplikasi powerpoint sangat lengkap untuk membuat presentasi yang tidak
membosankan. Di samping itu, guru memiliki banyak pilihan menampilkan kegiatan
pembelajaran sekreatif mungkin untuk kepentingan belajar siswa.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan.
[2] Hamzah, B. Uno, Teknologi
Komunikasi dan Informasi Pembelajaran, (Jakarta: Bumi aksara, 2010). Hal.
27
[3] Rusman,
dkk, Pembelajaran Berbasis Teknologi
Informasi dan Komunikasi, (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2013). Hal.
97
[4] Diat,
Prasojo, Lantif, Teknologi informasi
Pendidikan, (Yogyakarta: Gava Media, 2011). Hal, 45
[5]
Munir. Dampak Teknologi Informasi
dan Komunikasi Dalam Pendidikan. (Bandung : Universitas Pendidikan
Indonesia. 2008), hal 56
Langganan:
Postingan (Atom)